Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “LAKU”. Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta ini akan berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta.

Tema “LAKU” dimaknai sebagai perjalanan sekaligus praktik dalam bersastra. Sastra tidak hanya dipandang sebagai karya yang telah selesai, tetapi sebagai proses yang terus berlangsung, mulai dari menulis, membaca, mengkaji, mengkritik, mengajarkan, hingga menerbitkan dan mendistribusikan karya sastra.

FSY 2026 menghadirkan beragam program, di antaranya pasar buku sastra, bedah buku, diskusi, workshop penulisan, pameran, poetry jam, orasi budaya, seminar nasional, hingga panggung pertunjukan sastra. Festival juga menjadi ruang pertemuan bagi penulis, sastrawan, akademisi, penerbit, komunitas, dan masyarakat pembaca.

Pembukaan FSY 2026 dijadwalkan pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB di Panggung Teras depan Grha Budaya. Sementara penutupan berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026 di Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan, dengan agenda Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026. Hingga 19 Agustus, panitia mencatat sekitar 2.500 karya puisi telah diterima dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain mengangkat sastra Indonesia, FSY 2026 turut memberi ruang bagi sastra Jawa sebagai bagian dari ekosistem sastra Yogyakarta. Festival ini juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, penerbit, hingga pelaku industri buku.

Melalui tema “LAKU”, FSY 2026 diarahkan tidak sekadar menjadi rangkaian pertunjukan, tetapi ruang bersama untuk memperluas akses masyarakat terhadap sastra, mempertemukan para pelaku, serta memperkuat keberlanjutan ekosistem sastra di Yogyakarta.