BOROBUDUR – 1-3 Agustus 2025 akan menjadi momen istimewa bagi para pecinta seni dan budaya. Festival Bhumi Atsanti IV kembali digelar di kawasan Bhumi Atsanti, Borobudur, dengan tema “Manunggaling Karsa” yang mengusung semangat persatuan dalam karya dan kehendak. Acara ini siap menyatukan para seniman lintas generasi dan komunitas kreatif dalam sebuah pengalaman budaya yang kaya dan inspiratif.
Diselenggarakan oleh Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti Foundation), festival ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tapi juga ruang kolaborasi lintas bidang: dari musik, tari, teater, hingga literasi budaya. Semua disajikan dalam nuansa kebersamaan dan keterbukaan yang merangkul semua kalangan.
Dari Musisi Perjuangan hingga Sastra Kemanusiaan
Salah satu daya tarik utama adalah kehadiran Fajar Merah, musisi dan anak dari penyair legendaris Wiji Thukul, yang dikenal melalui karya-karya bernuansa perjuangan. Tak ketinggalan, Reda Gaudiamo, sastrawan sekaligus musisi, juga akan tampil lewat musikalisasi puisi yang menyentuh isu-isu kemanusiaan dan nilai budaya.
Festival ini juga menghadirkan Uyau Moris, musisi Sape dari Kalimantan, serta workshop menulis bareng Ruhaeni Intan, jurnalis dan content writer, hasil kerja sama dengan Gramedia—membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berekspresi.
Seni Lokal, Literasi, dan UMKM Kembali Bersinar
Tak hanya bintang tamu nasional, festival ini memberi panggung utama bagi komunitas seni lokal dari Borobudur dan Magelang. Di antaranya: Sanggar Kinnara Kinnari, Lemah Urip, Gadhung Melati, serta kelompok Teater Gubug Kebon dan Sosio Teatrikal. Tradisi rakyat seperti Topeng Ireng, Jathilan, dan Rampak Celeng juga akan tampil meriah.
Tahun ini juga ada Pasar Bhumi yang menghadirkan produk-produk UMKM lokal serta Pasar Buku—tempat nongkrong baru buat kamu yang doyan literasi dan budaya!
Gratis, Terbuka untuk Semua
Seluruh pertunjukan, workshop, dan kegiatan di Festival Bhumi Atsanti IV dapat dinikmati secara gratis oleh siapa pun. Baik datang sendiri, bersama teman, atau keluarga, semua akan menemukan ruang untuk berekspresi dan belajar bersama.
Lebih dari Sekadar Festival: Ini Pergerakan Budaya
Festival Bhumi Atsanti bukan acara satu kali. Ini adalah bagian dari pergerakan berkelanjutan Yayasan ATSANTI dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Lewat program seperti Atsanti Music Camp, Atsanti Youth Camp, hingga Vesak Wellness Camp, yayasan ini aktif menyemai nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kreativitas di tengah masyarakat.
(agP)