Pameran Upakarya Semarang 2025 resmi digelar di Teman Lama, sebuah kafe mungil nan artsy di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, mulai 5 hingga 9 Agustus 2025. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kota Yogyakarta, pameran ini tak sekadar menampilkan arsip dan memorabilia sejarah, tetapi juga menawarkan suasana gaya hidup kekinian yang lekat dengan estetika dan kehangatan sosial.

Suasana Nongkrong Bernuansa Nostalgia

Begitu melangkah ke dalam Teman Lama, pengunjung disambut atmosfer cozy ala coffee shop modern, dengan alunan musik pelan dan aroma kopi yang menenangkan. Di antara bar kopi dan meja-meja kayu, berbagai artefak visual dan memorabilia lawas dari Semarang tertata apik—dari kartu pos zaman Hindia Belanda, ilustrasi bangunan ikonik seperti Lawang Sewu dan Kota Lama, hingga kain batik bertema hewan mitologi khas pesisir.

Pameran ini memang tidak berada di galeri konvensional. Sebaliknya, ia mengambil tempat di ruang yang akrab bagi anak muda: coffee shop. Ini menjadi simbol pendekatan baru dalam memperkenalkan sejarah dan budaya, yaitu dengan menyisipkannya ke ruang-ruang interaksi sosial yang relevan dengan keseharian generasi saat ini.

Suasana Pameran Upakarya Semarang 2025 di Teman Lama Coffeeshop Kotabaru, Yogyakarta

Generasi Z dan Interaksi Budaya Populer

Salah satu highlight dari pembukaan acara adalah hadirnya Kenang Kota Semarang dan Dewok Kota Semarang—pasangan duta budaya berpakaian adat Semarangan yang mencuri perhatian. Mereka tampil penuh percaya diri, dengan outfit merah menyala dan blangkon khas pesisir utara, menjadi magnet kamera bagi para pengunjung. Beberapa pengunjung bahkan langsung mengabadikan momen itu ke Instagram dan TikTok, menyematkan tagar seperti #Upakarya2025 dan #NostalgiaSemarang.

“Senang banget bisa lihat sejarah kota dibalut dengan cara yang asik gini. Tempatnya instagramable, jadi bisa sekaligus hangout sambil nambah wawasan,” kata Mira, mahasiswi seni rupa asal Yogyakarta yang datang bersama temannya.

Kolaborasi Lintas Kota, Lintas Generasi

Pameran ini menjadi bentuk nyata kerja sama budaya antara dua kota penting di Jawa: Yogyakarta dan Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Rumah Semarang”, wadah promosi budaya dan ekonomi kreatif Semarang yang hadir sementara di Yogyakarta.

Selain menampilkan arsip sejarah, pengunjung juga bisa membeli suvenir khas, seperti tote bag bergambar postcard lama, buku kecil dokumentasi Semarang tempo dulu, hingga pernak-pernik seni kontemporer karya kreator muda. Kegiatan ini menjadi ajang temu lintas generasi—di mana cerita lama dihidupkan kembali dalam kemasan baru yang penuh warna dan gaya.

Sebuah Ruang Baru untuk Merayakan Identitas

Dengan memilih lokasi pameran di Teman Lama, sebuah kafe bergaya minimalis yang akrab dengan komunitas kreatif Yogyakarta, Upakarya Semarang 2025 menjadi simbol bagaimana ruang-ruang alternatif bisa menjadi panggung bagi perayaan identitas kota dan sejarah. Bukan hanya tentang memandang masa lalu, tapi juga soal membicarakannya dalam bahasa yang dimengerti anak muda masa kini.


Pameran Upakarya Semarang 2025 akan berlangsung hingga 9 Agustus 2025 di Teman Lama, Jl. Suroto 5A, Kotabaru, Yogyakarta. Ajak teman, ngopi, dan rasakan bagaimana masa lalu bisa terasa begitu dekat—bahkan ketika kamu hanya sedang duduk santai dengan secangkir kopi di tangan. (agP)